Comscore Tracker

SAKSIKAN: Rappler Nongkrong Bareng Pemeran 'Terbang: Menembus Langit'

Film ini jadi film pertama yang mengambil lokasi syuting di Tarakan

JAKARTA, Indonesia — Kamis, 19 April, kantor redaksi Rappler Indonesia mendadak ramai. Suasana riuh karena kehadiran pemeran, sutradara dan produser film Terbang: Menembus Langit yang berbagi keseruan cerita di balik layar film yang sudah bisa disaksikan mulai Kamis, 19 April tersebut.

Ada Dion Wiyoko, Dayu Wijanto, Indra Jegel, Marcell Darwin sebagai perwakilan pemeran Terbang: Menembus Langit yang turut hadir. Selain itu ada Fajar Nugros, sang sutradara dan Susanti Dewi selaku produser yang  juga meramaikan gelaran Rappler Nongkrong  Bareng siang itu.

Film Terbang: Menembus Langit diangkat dari kisah nyata dari sosok Onggy Hianata, yang lahir dan besar di Tarakan, Kalimantan Utara. Saat ini, Onggy dikenal sebagai motivator yang handal. Adalah Dion Wiyoko, yang mendapatkan kesempatan berperan sebagai Onggy di film ini.

"Dari awalnya dari Tarakan ke Surabaya ke Jakarta," ujar Dion menjelaskan alur cerita kehidupan Onggy di film Terbang: Menembus Langit. Karena kisah hidupnya yang berpusat di 3 kota tersebut, film ini pun mengambil lokasi syuting di sana.

Untuk Tarakan cukup istimewa, karena ini adalah kali pertama Tarakan dijadikan lokasi syuting sebuah film layar lebar. Karena itu, masyarakat lokal Tarakan menyambut dengan riuh saat rombongan kru dan pemeran film ini melakukan syuting di sana. "Imej kita tuh kalau dengar Kalimantan mungkin seram, orangnya keras. Tapi waktu sampai di Kalimantan, ngobrol sama mereka, enggak ada seram-seramnya sama sekali. Semua baik-baik banget dan ramah. Kotanya sendiri kecil, kayak cuma satu garis lurus dan belok-belok," ujar Marcell.

Di Tarakan, syuting dilakukan selama kurang lebih seminggu, sementara proses syuting secara keseluruhan memakan waktu sebulan.

Sementara aktris senior Dayu Wijanto menyebut dirinya sangat nyaman menjalani proses syuting bersama para aktor dan aktris muda. Di film ini sendiri, Dayu berperan sebagai ibu kos tempat Onggy dan teman-temannya menetap di Surabaya. "Bermaian dengan aktor muda banyak sukanya daripada dukanya. Mereka yang masih muda cenderung manja, bukan dengan saya saja, tapi dengan lingkungan dan pekerjaannya. Dukanya hampir tidak saya rasakan. Menyenangkan dan seru. Semua udah kayak anak," ungkap Dayu.

Susanty Dewi menyebut bahwa film Terbang:Menembus Langit ini memang spesial, khususnya untuk rumah produksi Demi Istri Production. Pasalnya, ini adalah film periodik dengan skala terbesar yang pernah mereka garap. "Itu karena kami harus merekonstruksi kota Tarakan dan Surabaya di masa lalu. Tarakan tahun 70-an, Surabaya tahun 90-an. Pengalamannya sih seru."

Tapi tentu saja, di samping latar belakang dan lokasi syuting yang cukup berbeda, unsur cerita di film ini juga layak disimak. Apalagi aktor dan aktris terlibat mampu menampilkan emosi yang berbeda dan intens dalam setiap adegan yang mereka lakukan. Fajar Nugros, sang sutradara, mengaku berusaha keras untuk menjaga emosi para pemain sepanjang syuting. "Saya harus inget takaran emosi para pemain. Kalau marah atau komedi harus disesuaikan dan bisa memuncak. Takaran mengontrol Indra Jegel dan teman-teman ini yang sulit."

Dengan arahan Fajar Nugros yang prima, tegas dan jelas, ditambah kemampuan para aktor dan aktris untuk mengadaptasi dialog secara spontan, emosi dan kedalaman cerita di film ini pun bisa dengan nyaman dinikmati penonton. 

"Kami berharap film ini relate ke orang banyak. Karena meskipun didasari kisah nyata, tapi emosi yang ada itu seperti emosi orang kebanyakan," ujar Fajar. "Dari orang-orang yang banyak nonton, mereka bilang mereka bawa pulang sesuatu. Dan sesuatunya seperti apa, kamu harus nonton filmnya," ujar Susanti Dewi.

—Rappler.com 

Topic:

Just For You