Comscore Tracker

Kini Mengurus Visa Korea Selatan Semakin Mudah

Ingin bebas bolak-balik bepergian ke Korea Selatan selama 5 tahun?

JAKARTA, Indonesia —Sejak meluasnya Korean Wave (hallyu) bak virus ke seluruh penjuru dunia, minat para wisatawan untuk mengunjungi Korea Selatan terus meningkat. Tak terkecuali turis asal Indonesia.

Para penggemar K-pop, K-drama, K-movie, K-fashion dan seluruh bentuk produk dari yang menggerakkan hallyu, tentu memiliki mimpi serupa, untuk bisa menjejakkan kaki di Negeri Ginseng. 

Tapi tentu saja, sebelum bisa bepergian ke Korea Selatan, pemilik paspor Indonesia harus terlebih dahulu melewati proses pengajuan visa. Jika visa disetujui oleh Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, maka seseorang bisa bepergian ke Korea. 

Hingga saat ini memang  belum ada kebijakan dari Korea untuk membebaskan visa bagi warga negara Indonesia (WNI). Padahal sebaliknya, pemilik paspor Korea bisa datang ke Indonesia tanpa visa dengan maksimum durasi tinggal selama 30 hari.

Secara global, berdasarkan Global Passport Power Rank 2018, paspor Korea Selatan berada di posisi kedua terkuat di dunia. Pemilik paspor Korea bisa masuk ke 163 negara tanpa visa. Di posisi pertama ada Singapura yang paspornya bisa digunakan untuk masuk ke 164 negara. Sementara paspor Indonesia berada di posisi 62, jauh di bawah Korea Selatan. Paspor Indonesia hanya bisa dipakai untuk masuk ke 70 negara tanpa visa atau dengan visa on-arrival.

Pihak Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia sendiri mengakui bahwa minat turis WNI mengunjungi Korea kian bertambah setiap tahun. Terbukti, di tahun 2010 lalu, ada sekitar 44.286 aplikasi visa yang masuk ke Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia. Tujuh tahun setelahnya, tepatnya di 2017, angka tersebut melonjak hingga tiga kali lipat yakni sebanyak 138.473 aplikasi.

Kini Mengurus Visa Korea Selatan Semakin MudahGrafis oleh Rappler Indonesia

 

Dipermudah dan dipercepat

Meski begitu, menurut pengalaman beberapa pelancong dan agen atau biro perjalanan yang pernah dan sering mengajukan proses permohonan visa turis ke Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, banyak dari mereka yang menemui kesulitan. Bahkan tidak sedikit yang menerima penolakan.

Menindaklanjuti keluhan dan permasalahan tersebut, Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia pun terus berbenah. Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Kim Changbeom, menyebut bahwa pihaknya selalu berusaha untuk memberikan kenyamanan bagi WNI yang ingin berkunjung ke Korea Selatan. Karena itu, saat ditemui di kantor Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Selasa, 10 April, Changbeom menyebut sejumlah kemudahan baru dalam pengajuan multiple visa untuk WNI.

Bagi yang belum paham, untuk visa turis secara umum terbagi dua yakni single entry visa dan multiple entry visa. Single entry visa berarti si pemilik visa hanya boleh masuk ke negara bersangkutan yang dituju satu kali dalam kurun waktu yang ditentukan. Ia tidak bisa menggunakan visa serupa untuk kedatangan kedua dan harus mengajukan aplikasi dari awal lagi.

Sementara yang dimaksud dengan multiple entry visa adalah visa yang bisa digunakan beberapa kali untuk masuk ke sebuah negara dengan durasi tinggal yang juga ditentukan oleh negara tujuan.

Khusus untuk visa Korea, multiple entry visa berlaku selama 5 tahun dengan masa tinggal setiap kunjungan selama maksimal 30 hari.

Bagi yang sudah berpengalaman mengajukan visa di banyak negara, pastilah mengerti jika multiple entry visa lumayan sulit didapatkan. Tapi kini dengan proses dan persyaratan yang diperbarui, turis WNI yang akan mengajukan aplikasi multiple entry visa bisa menikmati berbagai kemudahan.

Dokumen lebih sederhana

Secara umum, proses pengajuan visa Korea masih berlaku seperti biasa. Pemohon bisa datang ke kantor Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia dan mengisi formulir, melengkapi dokumen yang diperlukan dan membayar biaya visa (visa stamp). 

Bedanya, jika awalnya pemohon harus membayar di kantor konsular saat pengajuan visa, kini pembayaran dalam bentuk pembelian visa stamp bisa dilakukan di KEB Hana Bank Indonesia yang lokasinya berada di sebelah gedung konsular Korea di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Ini akan otomatis memangkas waktu pemrosesan visa.

Inovasi yang baru lainnya terkait pengajuan multiple visa adalah penyederhanaan dokumen. Ini berlaku untuk mereka yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia berikut ini.

Kini Mengurus Visa Korea Selatan Semakin MudahGrafis oleh Rappler Indonesia

Jika pemohon multiple visa memenuhi salah satu persayaratn di atas, mereka tinggal melampirkan dokumen yang dibutuhkan. Selain itu, dokumen lain yang wajib dilampirkan adalah salah satu dari tiga pilihan dokumen keuangan yakni rekening koran asli minimal 3 bulan terakhir yang dikeluarkan oleh bank, SPT PPH 21 Formulir 1721-A1/A2 atau slip gaji.

Sedikit catatan, adapun 22 negara yang termasuk di daftar OECD adalah Austria, Belgia, Denmark, Perancis, Jerman, Yunani, Islandia, Irlandia, Italia, Luxembourg, Belanda, Selandia Baru, Portugal, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris, AS, Kanada, Australia dan Finlandia.

Ini artinya, jika pemohon multiple visa Korea masih memiliki visa yang berlaku dari ke-22 negara tersebut, maka hampir pasti permohonannya akan dikabulkan.

Penyederhanaan dokumen untuk pengajuan multiple visa Korea untuk WNI ini pun memang dinilai akan sangat efektif. Bahkan pihak konsular menyebut bahwa bukti pembelian tiket pesawat sebenarnya bukan sesuatu yang diwajibkan. "Tapi baiknya memang dilampirkan, meski tidak wajib. Paling tidak itu akan memberi gambaran bagi kami, kapan dan bagaimana rencana perjalanan di Korea yang akan dilakukan. Tapi seandainya tidak dilampirkan pun tidak masalah," kata perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Selasa, 10 April pada Rappler.

Sementara soal nominal angka saldo tabungan yang harus dilampirkan, pihak Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia tidak bisa menyebut dengan pasti. "Tidak ada angka pasti yang diwajibkan. Tapi pastikan cukup untuk biaya perjalanan. Yang kami lihat sebenarnya bukan saldo akhir tabungannya, tapi bagaimana kondisi keuangan seseorang itu cukup stabil. Misalnya, ada pemasukan rutin. Justru kalau tiba-tiba ada dana besar yang masuk, itu bisa menimbulkan kecurigaan soal asal dana tersebut."

Nyaris tanpa penolakan

Kemudahan pengajuan multiple entry visa Korea untuk WNI ini sendiri dijamin oleh pihak Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia. Meski setiap hari mereka mengaku menerima sekitar seribu aplikasi visa, namun mereka berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan berjanji untuk menuntaskan proses aplikasi dalam waktu 1 hari kerja.

Tentu ini jadi angin segar bagi para pelancong asal Indonesia yang bermaksud berwisata ke Korea. Apalagi, kata pihak Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, nyaris tidak ada aplikasi multiple visa yang ditolak oleh mereka. "Kalaupun ditolak, angkanya kecil sekali dan benar-benar karena mempertimbangkan track record pemohon. Misalnya apakah dia ada catatan kriminal atau pernah melanggar aturan tinggal di sebuah negara lebih lama dari yang diizinkan," ujar perwakilan Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Selasa, 10 April.

Kalaupun se-apes-apesnya aplikasi multiple entry visa seseorang ditolak pengajuannya, sang pemohon bisa mengajukan single entry visa. Sebagai informasi, biaya untuk pengajuan multiple visa adalah US$ 90 atau sekitar Rp 1,197,000 dan single visa sebesar US$ 40 atau sekitar Rp 532,000.

Mudah-mudahan kebijakan persyaratan dan penyederhaan dokumen aplikasi visa Korea untuk WNI ini bisa semakin dikembangkan di masa depan. Sambil juga kita berharap proses diplomasi yang baik antar kedua negara bisa berbuah manis nantinya. Mungkin satu saat, pemilik paspor Indonesia pun tak memerlukan visa untuk bisa mewujudkan mimpi mengunjungi Korea. 

—Rappler.com

Line IDN Times

Topic:

Just For You