Comscore Tracker

Memahami Harapan Pengemudi Becak di Ibukota

Becak bisa kembali hadir di Jakarta asal populasinya dibatasi

Oleh Tarida Angelina

JAKARTA, Indonesia —Wacana mengenai kembalinya becak sebagai salah satu moda transportasi di ibukota sejak beberapa saat belakangan seperti membangun pro kontra di antara masyarakat. Sebagian besar menyayangkan keputusan Gubernur tersebut karena dianggap mengalami kemunduran. Tetapi tidak sedikit juga yang menyetujui wacana tersebut. Salah satunya adalah Osim.

Di umur 37 tahun, Osim masih bersemangat mengayuh becaknya setiap hari. Ia "beroperasi" di seputaran area Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Osim yang sudah bekerja sebagai tukang becak sejak tahun 1990 ini mengaku sangat bersyukur dengan wacana kembalinya becak di Jakarta.

Hanya saja, Osim berharap tidak ada becak lain yang akan menambah populasi becak di Jakarta. “Becak yang ada di sini (Pasar Petak Sembilan) hanya 12 orang. Enggak boleh nambah lagi. Cuma kan sekarang becak diberi lambang. Tanda sudah diresmikan oleh Pak Gubernur,” ujar Osim saat berbincang dengan Rappler pekan lalu.

Osim juga mengatakan adanya becak di Jakarta sudah diperbolehkan sejak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjabat sebagai gubernur. “Peraturannya juga sama, boleh beroperasi asalkan tidak turun ke jalan raya. Jadi saya hanya bekerja mengantar warga-warga di sekitar Pasar Petak Sembilan saja.” Bapak beranak dua ini juga memilih Pasar Petak Sembilan sebagai lahan pencaharian karena sudah nyaman bekerja di daerah ini sejak awal.

Soal penghasilan, Osim mengatakan untuk hari biasa menghasilkan Rp 50,000. Itu belum termasuk potongan biaya sewa becak seharga Rp 7,000 yang harus ia setorkan setiap harinya. Tetapi berbeda di hari-hari besar seperti perayaan Imlek yang akan datang ini, Osim mengaku bisa mendapatkan Rp 100,000 per harinya. Penghasilan selama ini juga dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti perabotan rumah tangga, biaya sekolah, dan merenovasi rumah.

Menurut Osim, sampai saat ini becak akan terus dibutuhkan terutama di pasar-pasar tradisional. “Dengan adanya becak, bisa mengantarkan warga dari wilayah pasar ke kampung lalu juga barang-barang pasar yang belum tentu bajaj bisa lakukan.” —Rappler.com

 

Topic:

Just For You