JAKARTA, Indonesia — Setelah kejadian ledakan di tiga gereja berbeda di kawasan Surabaya, Minggu, 13 Mei, malam harinya ledakan bom kembali terjadi. Kali ini berlokasi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Jawa Timur.

Baca juga: FOTO: Pengeboman Gereja di Surabaya

Kapan dan di mana ledakan terjadi?

Ledakan bom Minggu, 13 Mei malam terjadi di lantai lima blok B nomor 2 Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Polisi setempat menerima laporan soal ledakan ini sekitar pukul 21:20 WIB, namun diduga ledakan terjadi di pukul 21:00 WIB.

Baca juga: Kata Mereka yang Selamat dari Bom Gereja Surabaya

Fakta Seputar Ledakan Bom SidoarjoIDN Times/Ardiansyah Fajar

Berapa jumlah korban?

Sampai berita ini diturunkan (Senin, 14 Mei 2018 pukul 07:50 WIB), keterangan dari Polda Jawa Timur menyebut bahwa dipastikan ada tiga orang meninggal dunia dan tiga selamat. Keenamnya berasal dari satu keluarga.

Mereka adalah Anton, kepala keluarga yang berusia 47 tahun yang meninggal dunia setelah dilumpuhkan pihak kepolisian.

"Yang bersangkutan ditemukan polisi masaih memegang switcher. Karena itu polisi melumpuhkan Anton karena dia belum sempat meledakkan bom," ujar Kombes Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jatim pada wartawan, Minggu, 13 Mei malam.

Korban meninggal kedua adalah Puspita Sari, berusia 47 tahun, istri Anton yang diketahui meninggal dunia saat ledakan pertama di lokasi rusunawa. Sementara yang ketiga yang meninggal dunia adalah anak sulung Anton dan Puspita bernama Rita Aulia Rahman, berusia 17 tahun, yang seperti ibunya juga meninggal dunia saat ledakan pertama.

Sementara tiga anak lainnya yakni Aunir Rahman (15), Faiza Putri (11) dan Garida Huda Akbar (10) dirujuk ke rumah sakit pasca ledakan.

Baca juga: Fakta Seputar Insiden Bom Gereja Surabaya

Siapa pelakunya?

Meski belum dipastikan kebenarannya, keluarga Anton diduga polisi terkait insiden ledakan bom di tiga gereja di Minggu, 13 Mei pagi. Karena itu pihak kepolisian menyebut korban ini sebagai pelaku, bukan korban.

—Rappler.com