Comscore Tracker

Bersiap Menyambut 'Indonesia Open 2018'

Gelaran bergengsi bulutangkis ini akan diadakan 3-8 Juli 2018

JAKARTA, Indonesia —Sebagai salah satu cabang olahraga yang berhasil membawa nama bangsa Indonesia ke tingkat internasional, bulutangkis masih menjadi primadona masyarakat Indonesia.

Masih lekat dalam memori penggemar bulutangkis Indonesia ketika Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mempersembahkan kemenangan di final ganda campuran Indonesia Open 2017. Gelar juara ini menghapuskan stigma nirgelar dari turnamen yang diselenggarakan di kandang sendiri selama beberapa tahun terakhir penyelenggaraan.

Tahun ini, para pecinta bulutangkis Indonesia akan kembali menyaksikan gelaran turnamen papan atas Federasi Bulutangkis Dunia (BWF). Turnamen yang kini bernama resmi Blibli Indonesia Open 2018 dan dengan dukungan dari Bakti Olahraga Djarum Foundation, memiliki sederet fakta yang tidak boleh dilewatkan.

Kapan Indonesia Open 2018 digelar?

Awalnya turnamen ini bernama Indonesia Open yang pertama kali diselenggarakan pada 1982. Tahun ini, Blibli Indonesia Open 2018 menjadi salah satu dari 3 turnamen bulutangkis yang masuk dalam agenda tahunan HSBC BWF World Tour pada kategori Super 1000 bersama dengan turnamen tertua di dunia All England dan China Open.

Turnamen ini menjadi sebuah target bagi para pebulutangkis dunia untuk menorehkan namanya di podium tertinggi karena aturan terbaru BWF yang mewajibkan pemain peringkat 32 besar dunia untuk ikut ambil bagian dalam turnamen ini tanpa adanya babak kualifikasi. Selain itu, aturan servis setinggi 115 cm dari permukaan lapangan akan kembali diterapkan di turnamen ini.

Diselenggarakan pada tanggal 3–8 Juli 2018, Blibli Indonesia Open 2018 menjadi turnamen ke-2 yang diselenggarakan di Indonesia selain dari Daihatsu Indonesia Masters 2018 bulan Januari lalu yang masuk pada kategori Super 500.

Di mana pelaksanaan turnamen ini?

Turnamen Indonesia Open pernah diselenggarakan di 9 kota. Dimulai dari Samarinda (1990), Bandung (1991), Semarang (1992), Yogyakarta (1994), Surakarta (1997), Denpasar (1999), Surabaya (2002), Batam (2003), dan Jakarta (1982-1989, 1993, 1998, 2000–2001, 2004–sekarang).

Tahun 2018 ini akan kembali menggunakan Istora Senayan sebagai lokasi perhelatan setelah tahun lalu diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) karena adanya renovasi untuk Asian Games 2018. Tercatat sudah 16 kali Istora Senayan menjadi penyelenggara kejuaraan ini sehingga banyak pebulutangkis dunia yang sudah familiar dengan atmosfernya pertandingan dan supporter.

Berapa hadiah yang diperebutkan?

Setiap tahun penyelenggaraan Indonesia Open mengalami peningkatan dalam jumlah hadiah. Dalam dua tahun terakhir penyelenggaraan turnamen, terdapat kenaikan yang cukup signifikan. Dua tahun lalu yang bernama BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 menyediakan total hadiah sebesar USD 900,000. Tahun berikutnya, terdapat kenaikan hingga menjadi USD 1,000,000 atau setara dengan nilai Rp 13,5 miliar pada kurs saat itu.

Kali ini, Blibli Indonesia Open 2018 menawarkan nilai hadiah yang fantastis sejumlah USD 1,250,000 yang jika dikonversi kurang lebih menjadi Rp 17 miliar! Dengan sejumlah nominal ini, Blibli Indonesia Open 2018 menjadi turnamen dengan hadiah terbesar dalam sejarah pertandingan bulutangkis milik BWF.

Bagaimana kiprah tuan rumah selama penyelenggaraan?

Hampir 36 tahun menyelenggarakan turnamen Indonesia Open, pemain bulutangkis Indonesia menorehkan sejarah manis dengan tinta emas. Tercatat Susi Susanti menjadi pemain tunggal puteri yang meraih gelar juara terbanyak sejumlah 6 kali. Jumlah yang sama juga ditorehkan oleh Ardy B. Wiranata dan Alan Budikusuma di sektor tunggal putra. Meski dengan pasangan yang berbeda, Trikus Harjanto menjadi pemain ganda Indonesia yang berhasil mengkoleksi gelar ganda campuran juga sebanyak 6 kali.

Secara total, Indonesia memimpin klasemen perolehan gelar juara sepanjang diselenggarakannya Indonesia Open dengan raihan sebanyak 81 titel termasuk pada tahun lalu dengan satu-satunya gelar yang dipersembahkan oleh Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di sektor ganda campuran. China menempati peringkat dua dengan 45 titel juara.

Apa target tuan rumah dan siapa pemain andalan di penyelenggaraan tahun ini?

Terhitung dari 4 sektor yg dipertandingkan, kecuali tunggal puteri, Indonesia memiliki kans yang sangat besar untuk meraih torehan juara. The Minions, julukan bagi pasangan ganda putra nomor 1 dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sukamuljo, masih menjadi tumpuan Indonesia untuk meraih gelar juara. Selain itu, dari tunggal putera masih mengandalkan Anthony Sinisuka Ginting yang awal tahun ini menjuarai Daihatsu Indonesia Masters 2018 dan ada pula Jonathan Christie pemain muda harapan Indonesia yang berada di peringkat 15 besar dunia.

Pasangan ganda puteri pun tak kalah saing. Ada Greysia Polii/Apriyani Rahayu peraih 2 titel kejuaraan super series yang siap menebar ancaman bagi dominasi putri China dan Jepang. Ditambah lagi dengan ganda campuran nomor 1 dunia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, siap untuk meraih gelar keduanya di gelaran Blibli Indonesia Open 2018 ini.

Susi Susanti sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, menyatakan bahwa secara realistis akan menargetkan satu gelar juara yang bisa datang dari nomor mana saja. Tetapi, harapannya bisa kembali sapu bersih gelar yang pernah dilakukan Indonesia pada tahun 1983, 1996, 1997, dan 2001.

Berapa harga tiket untuk menyaksikan Indonesia Open 2018?

Penonton, pecinta bulutangkis dan supporter Indonesia bisa menyaksikan ajang Blibli Indonesia Open 2018 langsung di Istora Senayan, Jakarta. Untuk harga tiket dibagi menjadi 3 kategori yakni VIP, Kelas 1 dan Kelas 2. Harga tiket cukup beragam, tergantung babak pertandingan yang ingin disaksikan.

Untuk kelas VIP misalnya, dimulai dri Rp 100 ribu di hari pertama hingga Rp 650 ribu di hari final. Sementara tiket Kelas 1 dimulai Rp 50 ribu hingga Rp 375 ribu. Kelas 2 di harga Rp 30 ribu hingga Rp 175 ribu. Tersedia pula tiket terusan yang berlaku selama 6 hari kompetisi.

Pembelian tiket dimulai pada Kamis, 17 Mei lewat situs blibli.com dan tiket.com atau saat pertandingan dibuka pada 3 Juli 2018 mendatang di ticket box yang tersedia di venue.

Sanggupkah Indonesia kembali meraih kejayaan juara di lima nomor tahun ini? Kita doakan dan dukung bersama!

—Rappler.com

Topic:

  • Yetta Tondang

Just For You