Jelang Hari Kasih Sayang tahun ini, kami menghimpun kisah-kisah cinta nyata dari orang-orang biasa tanpa rekayasa. Semoga bisa menginspirasi pembaca untuk lebih percaya lagi pada kekuatan cinta.

Loading video...

JAKARTA, Indonesia — Sore itu seorang perempuan berusia 62 tahun sedang sibuk memasak dan membersihkan rumahnya. Ia adalah Layla Huda, seorang istri dari seorang pensiunan BUMN yang kini menghabiskan hampir seluruh waktunya di rumah, bersama anak dan cucunya.

“Sebentar ya, saya siap-siap dulu,” katanya saat Rappler mengunjungi rumahnya yang terletak di bilangan Tangerang, Banten. Wajahnya yang terlihat malu-malu namun berseri-seri seolah memperlihatkan lebih dari 40 tahun perjalanan kisah cintanya bersama sang suami, Muhammad Firdaus.

Kisah cinta Layla dan Firdaus bukan sesuatu yang unik bagi orang seusianya, namun bagi mereka yang saat ini berada di usia 20an, banyak yang bisa dijadikan pelajaran dari pengalaman Layla sudah membina rumah tangga selama 35 tahun.Mereka Bicara Cinta: Romantisme 35 Tahun PernikahanLayla Huda dan Muhammad Firdaus menikahkan putrinya. Foto dari dokumen pribadi/Rappler

 

Sebelum menikah, Layla dan Firdaus saling berhubungan selama enam tahun. Memang waktu yang cukup panjang, namun mereka memutuskan untuk menanti pernikahan hingga saat yang tepat. Firdaus menunggu dua kakak perempuannya untuk menikah terlebih dahulu, sebelum akhirnya ia mulai membina rumah tangga dengan perempuan yang tinggal di sebelah rumahnya.

“Tadinya kepengennya menikahnya umur 25, tapi sikonnya enggak mengizinkan. Ya sudah akhirnya mundur-mundur sampai umur 27,” tutur Layla kepada Rappler.

Sebelum resmi berpacaran, Layla berkali-kali menolak Firdaus yang terus melakukan pendekatan. Alasannya masuk akal, saat itu Firdaus belum memiliki pekerjaan.

“Waktu itu belum kerja, masih umur 21 baru tamat. Saya juga belum pikirkan mau menikah. Saya pikir ah, belum kerja kok sudah mau punya pacar. Jadi saya belum mau terima,” katanya.

Setelah mendapatkan pekerjaan, akhirnya Layla pun menerima Firdaus sebagai kekasihnya. Selama enam tahun menjalin kasih, pasangan ini sempat harus berpisah jauh. Karena alasan pekerjaan, Firdaus harus berangkat ke pulau Kalimantan selama beberapa bulan. Saat itu, di akhir tahun 70-an, tentunya komunikasi jarak jauh bukan hal yang mudah.

“Pernah dia waktu ke Balikpapan, Kalimantan. Saya mau menelpon saja susah kan enggak punya telepon. Terus curi-curi telepon rumah, pakai telepon di rumah kakak, masih interlokal, disambungin pake 0-100,” kata Layla mengenang masa pacaran.

Selain itu, Layla dan Firdaus juga saling bertukar surat. Ketika ditanya apa isi suratnya, Layla bercerita sambil tersipu.

“Ya begitu lah. Cerita bagaimana keadaannya di sana, gitu saja,” katanya.

Mereka Bicara Cinta: Romantisme 35 Tahun PernikahanLayla Huda dan Muhammad Firdaus bersama cucunya. Foto dari dokumen pribadi/Rappler

Layla mengakui Firdaus bukan lah sosok yang romantis, terutama setelah mereka menikah di tahun 1983 silam. Namun ketika masih pacaran, Firdaus pernah menuliskan pesan romantis yang masih diingatnya hingga sekarang.

“Pernah dia bilang: ‘Saya nanti kalau nanti punya istri, saya enggak mau istri saya itu cuma sebagai istri. Saya kepengennya istri saya itu sebagai teman, sebagai sahabat’.”

Pada Agustus 2018 nanti, usia perkawinan Layla dan Firdaus akan menginjak 35 tahun. Saat ini pasangan tersebut telah dikaruniai tiga orang putri, dan satu cucu laki-laki. Dengan segala liku-liku yang ada, Layla sangat bersyukur dengan keluarga yang ia miliki. Tetapi ada satu hal yang sangat ia syukuri: “Suami yang enggak neko-neko.”—Rappler.com