Comscore Tracker

Rocky, Kontroversi dan Laporan Polisi  

Pernyataan Rocky yang menyebut kitab suci fiksi menyulut kontroversi dan berbuah laporan polisi

JAKARTA, Indonesia—Pengamat politik yang juga pengajar filsafat Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung kembali menjadi bahan pembicaraan. Dalam Indonesian Lawyers Club (ILC) yang ditayangkan TV One beberapa waktu lalu, Rocky lagi-lagi mengeluarkan sebuah pernyatan kontroversial. Kali itu, Rocky menyebut kitab suci sebagai sebuah fiksi. 

Pernyataan tersebut kontan mendapat tanggapan dari berbagai pihak, baik itu dari kalangan agamawan, politisi maupun dari kalangan aktivis. Ada yang membela, ada pula yang menyebut Rocky menghina umat beragama di Indonesia. Rocky bahkan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya. 

Siapa Rocky Gerung? 

Rocky Gerung lahir di Manado pada 20 Januari 1959. Rocky menempuh studi S1 di UI pada tahun 1986 dan memperoleh gelar sebagai sarjana  sastra. Rocky mengaku sebagai salah satu staff pengajar di Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI. 

Rocky aktif menulis di berbagai media massa. Dalam beberapa tahun terakhir, pria yang kerap disapa Profesor Rocky oleh warganet itu rajin mengkritik pemerintahan Jokowi dan para pendukungnya. Di dunia maya, komentar-komentar dia lewat akun pribadi @rockygerung terkait beragam isu juga kerap menimbulkan kontroversi. 

Pada Februari lalu misalnya, Rocky turut bersuara perihal kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membolehkan becak beroperasi di Ibu Kota. Kala itu, Rocky mengkritik pihak-pihak yang menolak becak masuk Jakarta. “Cara kalian meremehkan tukang becak menunjukkan kedangkalan klaim ideologi kalian: libertarian tak tuntas, sosialis tanggung,” cuit Rocky. 

Akibat pernyataan itu, Rocky langsung dikerubungi warganet yang merasa tersentil. Rocky yang memiliki ribuan follower di Twitterland'tidak ambil pusing. Ia kerap menyebut warganet yang berseberangan dengannya sebagai orang-orang yang ‘dungu’. 

Pernyataan Rocky di ILC 

“Kitab suci adalah fiksi. Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” ujar Rocky  dalam ILC bertema Jokowi Prabowo Berbalas Pantun. 

Kata ‘fiksi’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya berkaitan dengan karya sastra, cerita rekaan, seperti roman dan novel, rekaan, khayalan, tidak berdasarkan kenyataan, pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran. 

Namun demikian, Rocky mengatakan, ia mengunakan penalaran sendiri ketika dia berbicara di ILC. 

“Saya enggak pakai KBBI. Sebelum saya mengucapkan kitab suci itu fiksi, sebelum kalimat itu saya ucapkan, saya ucapkan dulu apa yang saya maksud dengan fiksi. Saya pakai keterangan berdasarkan definisi yang saya buat, saya bilang fiksi itu beda dengan fiktif. Dari awal saya sudah kasih tahu beda, kalau ada yang bilang sama, ya silakan bilang itu sama. Tapi, saya anggap itu beda, jadi silakan pakai definisi saya,” ujar Rocky seperti dikutip CNN Indonesia. 


Yang membantah Rocky 

Tak butuh lama, pernyataan Rocky di ILC langsung menyulut Twitwar. Bantahan terhadap Rocky misalnya diutarakan oleh intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Akhmad Sahal lewat akun Twitter pribadinya @Sahal_AS. 

“Kalo RG konsisten dgn arti fiksi sbg fictio, dikotominya bukan antara "Fiksi itu baik, dan fiktif itu kebohongan. Juga bukan antara fiksi versus realitas. Tp antara anggapan bahwa kenyataan itu hasil konstruksi vs sesuatu yg dianggap given, alami, terberi."

“Dgn kerangka ini, saya bisa bilang RG ngawur dgn pernyataannya bahwa kata "fiksi" dibunuh baru2 ini aja oleh politisi. Ngawurnya di mana? Satu, pembunuhan makna fiksi yg tadinya luas menjadi identik dgn khayalan itu terjadi sejak akhir abad 19. Yg bunuh? Positivisme,” cuit Akhmad Sahal. 

Rocky, Kontroversi dan Laporan Polisi  Foto screenshot akun Twitter pribadi intelektual muda NU Ahkmad Sahal @Sahal_AS

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD pun turut berkomentar lewat akun Twitter @mohmahfud MD. “"Itu pendapat Rocky Gerung, silakan saja. Tapi bagi sy kitab suci bkn fiksi, jauh bedanya. Fiksi itu produk angan2 atau khyalan manusia sedang kitab suci adl wahyu dan pesan Tuhan. Sy meyakini, kitab suci adl wahyu Tuhan yg ditanamkan di hati dan dipatrikan di otak orng yg beriman," cuitnya.

Sikap MUI 

Tak seperti biasanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tampak berhati-hati menyikapi pernyataan kontroversial Rocky.  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid mengatakan perlu mendalami makna dari kalimat-kalimat yang diucapkan Rocky. 

"Itu berat dan sensitif karena itu kan harus didalami. Sensitif saya kira perkataan dengan kitab suci yang berkaitan dengan keyakinan orang. Perlu melakukan pendalaman terhadap masalah itu seperti yang dimaksud Rocky. Kami ingin mendalami dahulu," ujar Zainut seperti dikutip dari Detikcom, Kamis (13/4).   

Buntut panjang kontroversi Rocky 

Akibat pernyataannya, Rocky dipolisikan. Laporan itu tertuang dengan nomor LP/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018. Saat melaporkan Rocky ke Polda Metro Jaya, Ketua Cyber Indonesia  Permadi Arya mengatakan, Rocky diduga menyebarkan ujaran kebencian lewat pernyataannya di ILC. 

“Menurut KBBI, yang namanya kitab suci merujuk ke Al Quran, Injil, dan lain-lain. Jadi dia (Rocky) enggak bisa berkelit mengatakan bahwa saya kan enggak menyebut spesifik agamanya apa, enggak bisa, KBBI itu menyebut jelas," ujar Permadi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/4) seperti dikutip Kompas.com. 

Tak hanya itu. Di ranah akademik, kredibilitas Rocky sebagai pengajar di UI pun dipertanyakan. Pasalnya, juru bicara UI Rifelly Dewi Astuti, mengungkapkan, Rocky sudah tidak aktif lagi sebagai pengajar dan belum pernah mendapat gelar profesor dari UI. “Sudah lama dia sudah tidak aktif dan dia bukan dosen tetap UI. UI juga belum memberikan gelar profesor kepada beliau,” tuturnya seperti dilansir Tempo.co.

Soal kredibilitasnya sebagai pengajar UI, lagi-lagi Rocky menepis lewat pernyataan enteng di Twitter. “Salah. Gue gak pernah ngelamar ngajar di UI. Justru UI yang minta gue. Bahkan ngajar tanpa ijazah. Gue pernah ngajar S1 sampe S3. Ajaib? Tanya UI,” cuitnya. 

—Rappler.com

Topic:

Just For You